A. TUJUAN
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi komponen-komponen AC Mobil
- Mahasiswa dapat mengetahui troubleshooting AC Mobil
- Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan secara visual kondisi komponen-komponen AC Mobil
- Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja (aliran refrigerant) pada AC Mobil
- Mahasiswa dapat menghidupkan dan mematikan AC Mobil
A. ALAT DAN BAHAN
- Alat
- Sleeper
2.
Bahan
- 1 Unit Mobil Suzuki APV
C. KESELAMATAN KERJA
- Mahasiswa berdoa sebelum dan sesudah praktik
- Memakai wearpack saat praktik berlangsung
- Mematuhi petunjuk dan instruktur kerja dari dosen pembimbing
- Tidak bercanda saat praktik berlangsung
- Jangan memegang komponen AC saat kondisi mesin panas
D. DASAR TEORI
AC Mobil
adalah alat pembuat dingin suhu udara yang ada di dalam kabin mobil. AC Mobil
ini mempunyai beberapa komponen yang bekerja saling berkaitan membentuk siklus
yang terus berulang-ulang dengan refrigerant menjadi cairan yang bersiklus di
dalamnya. Komponen AC mobil akan dijelaskan secara lebih mendetail di bawah
ini.
- Kompresor
Kompresor merupakan jantung dari system pendinginan, karena kompresor berfungsi
untuk memompakan zat pendingin(refrigerant) agar dapat bersirkulasi ke seluruh
system sehingga proses pendinginan dapat berjalan dengan baik. Kompresor
terletak di dekat mesin karena untuk menggerakkan kompresor memanfaatkan
putaran mesin yang dihubungkan dengan v-belt.
Gambar
1. Kompresor
2. Kondensor.
Kondensor berfungsi untuk mendinginkan atau memperkecil kalor zat
pendingin (refrigeran) yang telah diberi tekanan oleh kompresor.Pada saat
diberi tekanan kompresor suhu zat pendingin menjadi panas, setelah melewati
kondensor zat pendingin menjadi dingin dan berubah menjadi cair.Untuk
mendinginkan kondensor dibantu oleh kipas pendingin (colling
fan) sehingga panas dari refrigerant yang diserap
kondensor dapat dilepas ke lingkungan. Kondensor terletak di depan radiator.
3. Kipas pendingin kondensor (condenser colling fan)
Kipas
pendingin kondensor berfungsi untuk membantu kondensor melepas panas dengan
cara menghisap udara bebas dari depan kendaraan, sehingga suhu/temperature
refrigerant akan turun dan refrigerant dapat berubah bentuk dari gas menjadi
cair.Kipas pendingin kondensor terletak di belakang radiator.
4. Receiver/dryer
Receiver/dryer merupakan
tabung penyimpan refrigerant cair
yang berfungsi untuk menyaring cairan refrigerant.Receiver dryer ini berisikan fiber dan desiccant (bahan pengering) untuk menyaring benda-benda asing dan
uap air dari sirkulasi refrigerant.Jadi refrigerant setelah melalui receiver
dryer sudah tidak mengandung uap air.Receiver dryer diletakkan di dekat
kondensor.
Gambar 2. Receiver/dryer
5. Expansion valve
Expansion valve berfungsi
untuk menurunkan tekanan dan temperatur refrigerant
dan mengalirkannya kedalam evaporator.Expansion valveini berupa lubang yang diatur melalui katup (valve).Pengaturan
lubang yang dapat diatur disesuaikan dengan perubahan temperatur yang dideteksi
oleh sebuah sensor panas yang ditempel pada pipa keluar evaporator.Expansion valve terletak di dekat
evaporator yang menempel pada unit HVAC.
Gambar 3.
Expantion Valve
6. Evaporator
Evaporator berfungsi untuk
menyerap panas yang ada di dalam ruangan (ruang kabin), dan panas yang diserap
digunakan untuk menguapkan refrigerant cair (berbentuk kabut/setengah cair dan
setengah gas) menjadi refrigerant berbentuk gas yang nantinya akan dihisap oleh
kompresor. Selain menyerap panas evaporator juga berfungsi untuk menghembuskan
udara dingin yang dibantu dengan blower.Evaporator terletak di dalam unit HVAC.
E. LANGKAH KERJA
1. Membuka kap mesin bagian depan
2. Mengidentifikasi komponen-komponen
AC Mobil
3. Menyalakan mesin
4. Menyalakan switch AC Mobil
5. Mengamati sirkulasi refrigerant
6. Melihat volume refrigerant pada
sight glass
7. Mencatat hasil identifikasi
F. HASIL
Dari identifikasi komponen-komponen
AC Mobil Suzuki APV, diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Komponen AC
Komponen
AC pada mobil Suzuki APV secara menyeluruh dapat kita lihat pada gambar 4.
Gambar
4. Letak Komponen AC
Keterangan:
|
[A] : Model A/C Single
|
7. Condenser Outlet
Pipe
|
|
[B] : Model A/C Double
|
8. Receiver Dryer
|
|
1. Cooling Unit
|
9. Liquid Pipe
|
|
2. Compressor
|
10. Front Expantion Valve
|
|
3. Condenser Assy
|
11. High Pressure Charge Valve
|
|
4. Sihgt Glass
|
12. Low Pressure Charge Valve
|
|
5. Discharge Hose
|
13. A/C Refrgerant Pressure Swicht
|
|
6. Suction Hose
|
14. A/C Cooling Unit Belakang
|
Komponen
Utama AC Mobil Suzuki APV
a.
Kompresor
|
Jenis
|
:
|
Tipe Swash Plate
|
|
Letak
|
:
|
Dibawah Mesin Bagian Kiri
|
|
Kondisi
|
:
|
Tidak dapat bekerja karena kopling
magnet juga tidak dapat bekerja saat AC di ON kan
|
Gambar 5. Kompresor
b. Kondensor
|
Jenis
|
:
|
Tipe Serpentine fin
|
|
Letak
|
:
|
Di depan Radiator
|
|
Kondisi
|
:
|
Dilihat secara visual hasilnya baik. Namun ada tidaknya kebocoran maupun
saluran tersumbat belum dapat diketahui.
|
c.
Receiver Dryer
|
Jenis
|
:
|
Berbentuk tabung memanjang
|
|
Letak
|
:
|
Menjadi satu dengan kondensor, tepatnya menempel di bagian
sebelah kanan kondensor
|
|
Kondisi
|
:
|
Dilihat secara visual masih baik
|

Gambar 6. Receiver Dryer
d. Expantion Valve
|
Jenis
|
:
|
Belum diketahui karena tertutup dash board
|
|
Letak
|
:
|
Di Dash Board, tepatnya setelah sight glass
|
|
Kondisi
|
:
|
Belum diketahui karena tertutup dash board
|
Gambar 7. Expantion Valve
e.
Evaporator
|
Jenis
|
:
|
Belum diketahui karena tertutup dash board
|
|
Letak
|
:
|
Di Dash Board, tepatnya setelah Expantion Valve
|
|
Kondisi
|
:
|
Belum diketahui karena tertutup dash board
|
Gambar 8. Evaporator
f.
Blower
|
Jenis
|
:
|
Single Blower
|
|
Letak
|
:
|
Di Dash Board
|
|
Kondisi
|
:
|
Tidak dapat bekerja meskipun AC di ON-kan
|
Gambar 9. Blower
2. Model AC
Model AC Mobil yang digunakan pada mobil Suzuki APV
menggunakan model AC Mobil Single Blower
3. Peralatan Tambahan
Peralatan tambahan yang terdapat pada mobil Suzuki APV
sebagai berikut:
a. AC Refrigerant Pressure Switch
Letaknya
di dekat sight glass, tepatnya di saluran discharge. AC Refrigerant Pressure
Switch ini berfungsi untuk mendeteksi tekanan refrigerant yang ada dalam
saluran sistem AC. Cara kerjanya yaitu menonaktifkan kopling magnet apabila
tidak ada tekanan refrigerant yang bersirkulasi. Sedangkan apabila ada tekanan
refrigerant, maka kopling magnet akan bekerja dan AC kembali bersirkulasi.
Gambar 10. AC Refrigerant Pressure
Switch
b. Sight Glass
Letaknya
di saluran pipa discharge/tekan. Berfungsi untuk melihat volume refrigerant
yang terdapat dalam sistem AC.

Gambar 11. Sight Glass
4. Trouble Shooting
Trouble Shooting atau permasalahan yang terdapat pada sistem
AC mobil Suzuki APV adalah sebagai berikut:
a. Tidak terdapat Freon yang terdapat
dalam sistem AC. Hal ini dapat dilihat dari sight glass yang tidak ada cairan
di dalamnya.
b. Kompresor tidak dapat bekerja karena
kopling magnet tidak bekerja ketika switch AC di ON-kan. Sehingga putaran dari
mesin tidak dapat diteruskan ke kompresor akibat terputus di kopling magnet
yang rusak. Kerusakan kopling magnet ini dapat disebabkan oleh berbagai hal
diantaranya: kumparan magnet terbakar dan saluran kelistrikan putus.
c. Blower tidak bekerja. Hal ini dapat
kita rasakan ketika switch AC di ON-kan tetapi blower tidak mengeluarkan
hembusan udara yang berasal dari motor di dalam blower. Kemungkinan aliran
listrik terputus sebelum masuk ke motor blower atau kemungkinan lain adalah
motor blower rusak.
C. KESIMPULAN
Dari hasil identifikasi yang dilakukan di AC mobil Suzuki APV dapat disimpulkan
bahwa sistem AC sudah tidak bekerja. Hal ini dapat kita lihat dari kompresor
tidak bekerja, blower tidak bekerja dan tidak ada cairan refrigerant di dalam
sistem.
Om mau nanya klo beli sigh glas apv di mana????
BalasHapus